• Masjid Raya Bayua

    Pesona Masjid Raya Nagari Bayua di malam hari...

  • Sesudut Panorama Danau Maninjau

    Pemandangan Favorit di Kelokan ke 34. Sebuah perpaduan antara alam dan budaya, Danau Maninjau yang indah dengan Rumah Adat yang gagah...

  • Gandang Tambua Tansa

    Tambua tansa dimainkan dengan alat musik lain seperti talempong, pupuik dan tari gelombang...

  • Amai Nagari Bayua

    Senyum cerah Amai-amai Nagari Bayua. Secerah matahari pagi hari...

  • Pendirian Taman Baca Masyarakat

    Ide inovatif dan Semangat warga nagari Bayur untuk mendirikan TBM perlu sokongan semua pihak ...

Jumat, 28 Juli 2017

PROGRAM PERTAMA : Mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Plus

Taman Bacaan Masyarakat atau TBM adalah salah satu wadah yang bergerak dibidang pendidikan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat tanpa membedakan status sosial, ekonomi, budaya, agama, adat istiadat, tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya ekonomi menengah ke bawah, membeli buku adalah sesuatu yang berat. Tentunya selain buku pelajaran untuk sekolah anak-anaknya. Mungkin bagi sebagian dari mereka, membeli beras dan kebutuhan lainnya lebih penting. Tak dapat dipungkiri, memang.


Proses mendirikan TBM 

Bagaimana jika kita mempunyai niat membangun Taman Bacaan Masyarakat? Dalam pikiran anda syarat utama membangun TBM tentu saja buku. Anda salah! Jika syarat yang satu ini belumlah dapat terpenuhi, ada hal lain yang dapat digunakan terlebih dahulu yaitu KEGIATAN ! Namun tentunya masyarakat khususnya anak-anak akan menyukai kegiatan yang diadakan oleh kita jika kegiatan ini dibimbing langsung oleh kita sebagai pengelola Taman bacaan.

Kegiatan apa yang sekiranya disukai anak-anak dengan tidak lupa mengaitkannya dengan unsur edukatif? Anak-anak usia Sekolah Dasar menyukai kegiatan menggambar, mewarnai, membaca puisi, belajar bersama dan cerdas cermat. Sedangkan untuk anak usia Sekolah Menengah Pertama ataupun usia SMU, mereka cenderung akan menyukai kegiatan berdiskusi, menulis cerpen, menulis puisi, teater dan lainnya.

Contoh-contoh ini tentunya tidak akan menghabiskan dana di saku. Untuk mewarnai, kita cukup bermodalkan fotocopy gambar-gambar yang sering kita temukan di buku pelajaran anak-anak atau hasil mengunduh dari internet. sedangkan untuk pensil warna dan lainnya, kita hanya membutuhkan satu pak saja untuk dipakai bersama-sama. Banyak hal yang dapat dilakukan, misalnya mendongeng, mengajarkan mereka bertanam, membuat tas dari kain atau keterampilan lain.

Manfaat Lain TBM 

Melalui kegiatan-kegiatan seperti yang disebutkan tadi, ternyata kita telah melatih keakraban, kerja-sama, kekompakan dan juga melatih anak-anak untuk bersosialisasi. Taman Bacaan tak melulu harus membaca. Di Taman Bacaan Masyarakat mereka menemukan hal yang baru salah-satunya adalah mendapatkan pendidikan non formal.

Untuk lebih memberi warna keakraban, kemandirian, penerusan manfaat dan pembentukan kader, tentu lebih dahsyat lagi kalau ada di antara anak2 tadi yang dipersiapkan menjadi kader tutor. Anak SMP menjadi tutor mata pelajaran untuk adek2nya di SD. Bagi pelajar SMP, disiapkan tutor dari kakak mereka dari SMU. Yang pasti, proses belajar tentu lebih asyik dilakukan secara bersama.

Di sinilah nilai PLUS dari sebuah TBM. Sedari awal, anak2 diajarkan untuk saling berbagi dan berani berbicara di depan kerumunan teman sebaya. Nah, bukankah memantik perubahan dalam skala kecil ini di masyarakat, sudah merupakan keberhasilan luar biasa dari program KKN yang dilakukan oleh mahasiswa ?.

Sabtu, 22 Juli 2017

Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Minang Bayur Maninjau

Bayua (Bayur)  ialah sebuah nagari atau daerah di tepian danau Maninjau, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat. Masing-masing daerah di provinsi ber-ibu kota Padang ini ternyata memiliki rangkaian prosesi pernikahan adat tersendiri yang belum tentu sama dengan adat Minang lainnya. Baik dari segi penamaan maupun ritual yang harus dijalankan.

Apabila terjadi pernikahan antara nagari Minangkabau, maka kedua calon mesti berembuk memutuskan adat mana yang akan dipakai. Adanya persinggungan antara adat nagari di Minang ini pula yang kemudian melahirkan peraturan baru yang di sesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Dalam adat Bayur Minanjau rangkaian prosesi persiapan dan pelaksanaan pesta perkawinan dikenal dengan istilah baduduak. Dimulai dari prosesi bertamu ke kediaman mempelai atau manjalang hingga paska upacara pernikahan secara agama. Berikut ini selengkapnya seputar prosesi baduduak.

Maendang/Manjalang

Maendang/Manjalang merupakan prosesi adat untuk mencari kesepakatan menentukan kaum kerabat laki-laki yang pantas untuk dijalang atau dikunjungi oleh Anak Daro (calon pengantin perempuan). Maendang/Manjalang sendiri berarti bertamu. Pilihan kerabat laki-laki yang bisa dikunjungi misalnya ialah penghulu, mamak, urang sumando, abang atau kaka dari pihak laki-laki.

Malam Bainai

Sama seperti adat Minang lainnya. Menjelang senja sekitar jam 18.00 marapulai (penganten laki-laki) akan mencari teman-teman anak daro untuk diajak bertandang kerumah anak daro untuk melalui proses Adat “Malam Bainai”. Bainai berarti melekatkan tumbukan halus daun pacar merah ke kuku calon mempelai wanita.  Tumbukan halus daun inai dibiarkan lekat pada kuku jari tangan dan kaki semalam, sehingga akan meninggalkan bekas warna merah pada kuku.

Pada malam Bainai calon pengantin perempuan akan dipasangkan inai ditangan oleh teman-teman perempuannya. Prosesi malam bainai akan dimeriahkan dengan segala bunyi-bunyian musik tradisional, sehingga juga disebut dengan malam “bagurau”.

Mandoa/syukuran

Dihadiri oleh angku ninik mamak, imam khatib dan tokoh masyarakat untuk mendoakan keselamatan dan kebahagiaan kedua mempelai serta rasa syukur karena telah terjadinya ikatan pernikahan antar anak kemenakan kedua belah pihak. Prosesi ini dilaksanakan di rumah pihak mempelai laki-laki.

Manjapuik Pitih

Pagi harinya akan dilanjutkan dengan prosesi Manjapuik Pitih. Pada acara ini pihak mempelai perempuan yang terdiri dari pihak sumando manyumando dengan berpakaian adat kebaya pendek untuk mengambil kembali tanda pengikat yang diserahkan sebagai tanda pertunangan dahulu.
Di rumah pengantin laki-laki, pihak perempuan akan dinanti dengan jamuan dan hidangan. Selesai jamuan makan maka pihak perempuan akan membawa kembali kedua calon pengantin ke rumah pihak perempuan.

Pada prosesi ini diiringi oleh musik tradisional Minang, seiring dengan kedua mempelai diarak kembali kerumah mempelai perempuan untuk bersanding. Keistimewaan tradisi ini ada pada pada prosesinya yang diiringi alat musik tradisional Minang, tabuak tasa. 

Mancurahkan Makanan

Prosesi berlanjut dengan mancurahkan makanan oleh dayang-dayang kepada “pasnaan laki-laki” sebanyak 4 orang. Anak daro duduk menemani suaminya makan bersama, setelah acara makan selesai maka marapulai kembali ke rumah pasanaannya.

Mantaan Paimbau

Mengantarkan seperangkat kebutuhan anak daro atau marapulai oleh pihak marapulai ketempat anak daro antara lain berupa : selimut, alat kosmetik, baju, kain sarung, handuk, sandal dan payung.
Lalu menjelang tengah malam, marapulai diantarkan kembali kerumah anak daro untuk bermalam. Pengantin perempuan mengadakan jamuan kepada suaminya bersama pas­anaannya sambil bersenda gurau, kemudian dilanjutkan dengan acara mengganti pakaian sebelum masuk ke kamar tidur.

Pada keesokan harinya mempelai pria akan keluar kamar dengan menyiramkan minyak wangi kepada pasanaannya dan orang-orang yang menemani tidur dirumah anak daro untuk kemudian kembali pulang kerumah orang tuanya. Keesokan harinya pukul 08.00 pagi marapulai laki-laki datang kerumah mempelai perempuan untuk melaksanakan acara berdoa. Selesai berdoa anak daro dan marapulai “Manjalang” kepada kedua orang tua serta keluarga terdekat marapulai.*

Sumber : Teks. Tim Mahligai-Indonesia



Bayua yang Eksotis

Bayua merupakan salah satu nagari yang terdapat dalam kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Terletak sekitar 4 KM dari Maninjau ke arah Lubuk Basung.
Nagari Bayua memiliki 10 jorong yaitu Kampung Jambu, Sungai Rangeh, Panji, Jalan Batuang, Sawah Rang Salayan, Pincuran Tujuah, Lubuak Kandang, Banda Tangah, Lubuak Anyia dan Kepala Koto. Terdapat 44 penghulu dengan kebesaran gelar-gelar yang sampai sekarang menjadi pusaka turun menurun terdiri dari 6 pesukuan yaitu, suku Guci, Pili, Caniago, Tanjung, Koto dan Melayu.  
Nagari Bayua memiliki luas 4.528,6 Ha yang membentang dari utara sampai selatan lingkar danau Meninjau dan sampai daerah perbukitan Dalko.

Dari segi geografisnya Nagari Bayua memiliki ketinggian 500-1000 meter dari permukaan laut dengan keadaan suhu rata-rata 35 derajat Celcius. Nagari Bayua memiliki relief alam perbukitan dan pantai yang membentang sepanjang tepian danau meninjau sampai areal perbukitan hutan dengan iklim subtropisnya. Nagari Bayua memiliki hutan heterogen, berbagai jenis tanaman yang hidup di dalamnya serta Nagari Bayua memiliki dua musim utama yaitu musim hujan dan musim panas.

Di bayua terdapat salah satu Masjid yang sangat megah sekali yaitu Masjid Rayα Bayur yang peresmiannya langsung diresmikan oleh Mantan Mentri Sosial RI Bachtiar Camsyah yang dulu masih menjabat sebagai Mentri Sosial RI.



Makanan khas nya yaitu Rinuak, ada palai rinuak, rakik rinuak,dan macam2 olahan lain dari rinuak. Rinuak adalah ikan khas danau maninjau, seperti ikan teri nasi.. Selain itu masih ada lagi ikan bada masiak, bada masiak adalah ikan yang sudah diasapi.. Dan masih banyak lagi kuliner dan tempat2 eksotis di bayua.


Nagari Bayua masih melestarikan upacara-upacara adat yang sudah ada secara turun temurun seperti: adat turun mandi bagi anak baru lahir, adat akikah, adat sunnah Rasul, adat nikah kawin, dan adat batagak gadang/batagak pangulu pada saat pengangkatan penghulu adat yang baru. Selain itu ada juga yang disebut dengan permainan anak Nagari yaitu budaya kesenian yang tetap ada walaupun dala kejolak harus globalisasi sekarang ini, yaitu: kesenia tambur/gandang, kesenian Randai, kesenian silek/pencat silat dan kesenian tari.

Tak semuanya, cerita menggembirakan memang. Sejak beberapa waktu belakangan ini setelah diterpa badai krisis ekonomi secara makro, bencana tubo belarang yang menimpa KJA masyarakat sebagai mata pencaharian andalan anak nagari Bayua, telah memunculkan masalah kemiskinan yang cukup mengkhawatirkan.



Jumlah Masyarakat Miskin
No
Jorong
Jumlah (KK)
Jumlah Raskin (Kg)
1.
Lubuak Kandang
36
540
2.
Kampung Jambu
55
825
3.
Panji
26
390
4.
Jalan Batuang
33
495
5.
Sawah Rang Selayan
60
900
6.
Kapalo Koto
41
615
7.
Pincuran Tujuh
28
420
8.
Sungai Rangeh
81
1215
9.
Banda Tangah
31
465
10.
Lubuak Anyia
32
480

Jumlah
423
6345




Jumlah Masyarakat Miskin Penerima Jamkesmas
No
Jorong
Jumlah (orang)
1.
Kampung Jambu
241
2.
Sungai Rangeh
404
3.
Panji
135
4.
Jalan Batuang
116
5.
Sawah Rang Selayan
272
6.
Kapalo Koto
209
7.
Pincuran Tujuh
141
8.
Lubuak Kandang
194
9.
Banda Tangah
154
10.
Lubuak Anyia
149

Jumlah
1888